Jumat, 18 Februari 2011

PENERAPAN BERPIKIR SISTEMIK (SYSTEMIC THINKING) DALAM DUNIA KESEHATAN


Dilihat dari manfaat pemikiran sistemik, pemikiran sistemik sangat penting unutk diterapkan dalam dunia kesehatan. Masukan (input) dalam pelayanan kesehatan adalah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Dalam proses pelayanan kesehatan erat kaitannya dengan pemerintah, sistem kesehatan, infrastruktur kesehatan, peratuaran dan panduan, dan sebagainya. Hasil pelayanan kesehatan mencakup status kesehatan masyarakat dan ketersediaan pelayanan kesehatan.

KONSEP DASAR PEMIKIRAN SISTEMIK


Telah dijelaskan pada entri sebelumnya mengenai apa itu sistem, sistem adalah suatu konglomerasi elemen-elemen atau bagian-bagian yang saling mempengaruhi (kadang-kadang secara positif, dan kadang-kadang secara negatif) dengan tujuan mencapai sasaran tertentu yang dikehendaki oleh sistem yang bersangkutan. Oleh karena itu saya selanjutnya akan membahas mengenai pemikiran sistemik. Pemikiran sistemik (Systemic Thinking) adalah suatu cara yang lebih berarti untuk mempelajari dan mendekati studi tentang fenomena–fenomena kompleks. Pemikiran sistemik lebih merupakan suplemen bagi pemikiran analitis dan sama sekali tidak menggantikannya walau dalam konsepnya memiliki kontras dengan pemikiran analitis. Sasaran pokok pemikiran sistemik adalah untuk membalikkan subdivisi ilmu pengetahuan menjadi disiplin yang sangat terspesialisasi yang makin sempit melalui suatu sintesis interdisipliner pengetahuan ilmiah yang berlaku.

KONSEP DASAR SISTEM

             Dunia kesehatan berjalan dalam suatu sistem yang sangat kompleks dan melibatkan banyak tenaga dan lembaga kesehatan baik tingkat nasional hingga ke tingkat daerah. Semua komponen tersebut perlu pengelolaan yang sistematik untuk dapat menjalankan fungsi dan tujuannya untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.